Sabtu, 26 Agustus 2023

“Refleksi Kartini Masa Kini: Menjadi Wanita Berdikari Pembangun Peradaban"


    RA Kartini merupakan seorang sosol perempuan dan pahlawan yang menjadi pelopor dari adanya emansipasi wanita di Indonesia. Beliau memperjuangkan derajat perempuan Indonesia agar bisa setara dengan laki-laki. Salah satunya yakni dengan pemberian akses pendidikan yang didapatkan oleh perempuan.

     Dengan bekal pendidikan bagi perempuan sama saja melakukan investasi pembangunan bangsa, karena membangun perempuan berarti membangun peradaban. Peningkatan SDM perempuan dengan dengan bekal pendidikan akan menjadikannya tangguh, mandiri, berdikari, dan bermanfaat.

     Dengan hal tersebut maka KOPRI sebagai wadah pemberdayaan perempuan di tubuh PMII melakukan kajian diskusi untuk merefleksikan diri dan mengenang jasa beliau dalam kegiatan “Kajian KOPRI Chondro” dengan mengusung tema; “Refleksi Kartini Masa Kini: Menjadi Wanita Berdikari Pembangun Peradaban”. 

    Kajian ini diselenggarakan pada hari Kamis, 20 April 2023 dalam rangka memperingati hari Kartini. Kajian ini dilaksanakan secara online via Google Meeting dan dibuka untuk umum sehingga eksternal rayon bisa bergabung dalam kajian ini. Kajian ini dilakukan untuk refleksi Kartini masa kini dalam berperan membangun peradaban. Selain itu, kajian ini juga dilaksanakan agar peserta dapat mengambil ibrah dari perjuangan pahlawan perempuan RA Kartini dengan gerakan-gerakannya dan juga agar peserta dapat mereinterpretasikan sosok Kartini masa kini dengan menjadi seorang yang berdikari dan dapat menebar kebermanfaatan di segala sector. 

    Kajian KOPRI kali ini mengusung tema “Refleksi Kartini Masa Kini: Menjadi Wanita Berdikari Pembangun Peradaban” disampaikan oleh Sahabati Firyal Latifah, S.Pd dan dimoderatori oleh Sahabati Elfina Sabilia Rajabi. Kajian ini berlangsung dengan baik dan antusiasme peserta luar biasa dalam kajian ini meskipun kajian ini dilaksanakan ketika bulan puasa pukul 15.30 menjelang berbuka.

Kamis, 02 Juni 2022

NGOPSI (Ngobrol Diskusi KOPRI) - "Pencegahan Toxic Relationship dalam Organisasi"

 NGOPSI (Ngobrol Diskusi KOPRI) Rayon "Kawah" Chondrodimuko

MALANG – Rabu, 1 Juni 2022, pukul 18:30-20.00 WIB via Live instagram telah dilaksanakan NGOPSI (Ngobrol Diskusi KOPRI) Rayon “Kawah” Chondrodimuko dengan tema "Pencegahan Toxic Relationship dalam Organisasi". Point of discussion pada diskusi kali ini mencakup: Relationship, menjadi support organizer bagi teman sejawat, menjaga semangat keorganisasian, pola komunikasi dalam organisasi, serta menjadi berperan tanpa baperan.  

Diskusi KOPRI Rayon Kawah Chondrodimuko yang sudah berjalan beberapa kali sebelumnya tidak hanya berhenti sampai disana. Namun dilanjutkan dengan diskusi kali ini dengan tema lebih menarik yakni “Pencegahan Toxic Relationship dalam Organisasi”, menghadirkan pemateri yang luar biasa yakni Sahabati Ulul Fahmi Rosyida,S.Psi. Beliau merupakan sarjana psikologi, sehingga intelektual beliau relevan dengan tema yang diusung pada diskusi kali ini.  

Adapun alur diskusinya dimulai dan dibuka oleh moderator yang dilanjutkan dengan pemateri yang menyampaikan materinya mengenai “Toxic Relationship pada organisasi” mulai dari pengertian relationship yang disampaikan pemateri bahwa hal tersebut merupakan sebuah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antar satu individu dengan individu lainnya yang mengarah pada visi yang lebih baik. Sehingga dikatakan oleh pemateri bahwa dengan adanya relationship yang sehat sangat dibutuhkan pada lingkungan organisasi guna menuju organisasi yang lebih baik dan sehat. Kemudian disampaikan juga terkait cara menghindari relationship yang toxic dalam organisasi yakni dengan intropeksi diri, pandai mengolah emosi, dan fokus pada tujuan awal, sehingga diskusi ini berhasil mencapai tema yang diusung diawal­. 

Ditambah lagi dengan adanya sesi tanya jawab yang menjadikan diskusi ini lebih dalam pada pembahasannya dan kemudian diskusi ini diakhiri dengan penutup. NGOPSI dengan mengangkat tema “Pencegahan Toxic Relationship dalam Organisasi” ini tidak berangkat dari kondisi dan pemikiran yang kosong, melainkan melihat ada beberapa relasi yang masih tergolong toxic di dalam organisasi menjadikan diskusi ini penting untuk individu yang berkecimpung pada organisasi, kader PMII khususnya. Maka dengan hal tersebut, diskusi KOPRI ini memiliki tujuan agar para kader atau anggota sebuah organisasi dapat mengetahui, memahami, dan mengimplemtasikan ilmu yang didapat dari materi yang disampaikan sahabati Ulul agar berhasil menciptakan kondisi organisasi yang baik yang diawali dengan relasi yang sehat.

                   


Rabu, 12 Januari 2022

KABAR (Kajian Bareng) KOPRI

 NGAJI RUTINAN KOPRI

MALANG – Rabu, 12 Januari 2022, pukul 18:30-20.00 WIB via google meet telah dilaksanakan ngaji rutinan bersama KOPRI Rayon “Kawah” Chondrodimuko dengan mengkaji kitab Uqudulijjain yang disampaikan oleh Ustad Insan Banu Qorib dan dimoderatori oleh sahabati Lutfiah. Adapun pembahasan ngaji rutinan KOPRI pada kesempatan ini membahas mengenai 6 wanita yang mendapatkan azab oleh Allah di neraka secara mengenaskan. 

Diawali dengan penyampaian dari Ustad Insan Banu Qorib mengenai Hadist dari sayyidina Ali dan Fatimah yang mana hadist tersebut membahas perilaku istri yang menyebabkan dirinya mendapatkan siksa di neraka. Sahabat Ali pernah melihat nabi menangis tersedu-sedu dan sayyidina Ali bertanya kepada Nabi: "ada apa wahai Nabi?" kemudian Nabi menjawab: "Wahai Ali dimalam saya di isro kan, saya melihat wanita-wanita yang dari golonganku mereka disiksa di neraka jahanam dengan berbagai azab". Nabi melihat wanita yg digantung dengan rambutnya sehingga otaknya sampai mendidih, kemudian nabi juga melihat wanita yang digantung pakai lisannya, dan ada air panas yang dimasukkan ke tenggorokan nya sambil diminumi. Nabi juga melihat wanita yang kedua kakinya sampai kebuah dadanya, dan diikat kedua tangannya sampai kepala dan Allah memerintahkan kepada kalajengking dan ular untuk memakan wanita tadi. Nabi juga melihat wanita yang diikat payudaranya dan Nabi juga melihat wanita yang wajahnya babi dan badannya khimar. Nabi juga melihat wanita yang wajahnya seperti anjing dan ada api yang masuk ke mulutnya. 

Kemudian Fatimah berdiri karena terkejut dan berkata: "wahai Nabi, sebetulnya tindakan  atau perbuatan apa yang membuat wanita bisa diberi azab seperti itu? Nabi menjawab: Wahai anakku, adapun:

1. Wanita yang diikat menggunakan rambutnya yakni wanita yang tidak menutup auratnya dari laki2 yang bukan mahram nya. 

2. Wanita yang lidahnya digantung yakni wanita yang suka menyakiti suaminya dengan lisannya .

3. Wanita yang buah dadanya digantung yaitu wanita yang selingkuh 

4. Wanita yang diikat kedua kakinya hingga ke buah dadanya yakni wanita yang tidak mandi junub dan wanita yang meremehkan sholat.

5. Wanita yang kepalanya babi dan badannya seperti keledai yakni wanita yang lisannya digunakan untuk adu domba dan pembohong. 

6. Wanita yang wajah nya mirip anjing dan api neraka yang dimasukkan ke mulutnya hingga ke duburnya yakni wanita yang suka mengungkit2 dan wanita yang mempunyai rasa iri.

Kegiatan ngaji rutinan pada kali ini diberi kesimpulan langsung oleh Ustad Insan Banu Qorib, bahwa sesungguhnya suami atas istrinya seperti orang tua terhadap anaknya. Seorang suami tidak wajib mencari ridhonya istri, adapun istri wajib mencari ridhonya suami.

Jumat, 31 Desember 2021

ASIK (Arah Diskusi KOPRI) Jilid 1, dengan tema "Fungsi Paham Gender Equality dan KOPRI dalam Menyikapi Isu Pelecehan Seksual"

 Pada hari Rabu, 29 Desember 2021 telah dilaksanakan diskusi pertama KOPRI yang diadakan semi offline di Redjo Utomo dengan tema "Fungsi Paham Gender Equality dan KOPRI dalam Menyikapi Isu Pelecehan Seksual"

Gender. Apa itu Gender? Gender merupakan perbedaan peran laki-laki dan perempuan yang dibentuk, dibuat dan dikonstruksi oleh masyarakat dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Dimulai pada pukul 19.00 WIB, diawali dengan disebarkannya link zoom kepada pengurus dan anggota Rayon Kawah Chondrodimuko serta teman-teman (umum) yang ingin mengikuti diskusi.

Diskusi pertama ini berjalan dengan lancar dan antusias peserta yang bagus sekali, dimana pemantik diskusi kali ini merupakan seorang yang sangat expert di bidang gender khususnya. Beliau adalah Sahabati Leady Kholifatur Rokhmah Kemudian di moderatori oleh kader KOPRI, yakni Sahabati Intan Kharisma.

Sedikit cuplikan materi dari beliau, Sahabati Leady:

KBG (Kekerasan Berbasis Gender) yang meliputi kekerasan seksual, pemerkosaan, pelecehan seksual, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, pemaksaan kontrasepsi & sterilisasi, dan lain-lain ini disebabkan karena ketidakadilan gender. KOPRI dalam menyikapi isu-isu seperti ini kita harus bisa membuktikan mana kebenarannya. Kita bisa menjadi support sistem bagi korban, yang mendampingi mereka, sahabat curhat mereka,menjadi PFA (Phychological First Aid) yang memberi dukungan psikologis awal dan memberi kenyamanan untuk mereka. Dan sebagai kader PMII apalagi KOPRI sudah sepatutnya kita berperan aktif dalam isu-isu gender, tidak hanya kritis tapi juga solutif.

malang, 30 Desember 2021 21.40 WIB
Anindiya Ulhaq





Senin, 27 Desember 2021

STRATEGI KADERISASI DAN IMPLEMENTASI NILAI KADER KOPRI

 Kegiatan MAPABA ke XXVIII pekan pertama hari kedua dilaksanakan hari Minggu, 19 Desember 2021.
Acara dimulai pukul 09.00 dengan disebarnya link Zoom kepada peserta online. Kemudian untuk peserta offline dilakukan di dua tempat, yakni Microtheacing dan gedung C. Kelas offline pun dibagi menjadi dua, yakni kelas A dan kelas B.
Kegiatan MAPABA hari kedua ini hanya berisi materi. Ada 4 materi yang diberikan, yakni Analisi Diri dengan pemateri sahabat Ilhamuddin, S. Psi, M.A dan Sahabati Puji Astutik, S.Pi. di kelas A dengan moderator Sahabati Silvy kemudian pemateri sahabat Ahzan Muzadi di kelas B dengan moderator Sahabati Amel.

Untuk materi kedua yakni Mahasiswa dan Tanggung Jawab Kebangsaan yang diisi oleh pemateri sahabat Moch. Irvan An-Nizar, S.Pd. dengan moderator Sahabati Qolby yang mana peserta menjadi satu di gedung C.

Pada materi ke-3 yakni tentang NDP (Nilai Dasar Pergerakan) dengan pemateri sahabat Abu Bakar, M.Pd.I di kelas B dengan moderator Sahabat Nizar dan pemateri sahabat Ulil Albab dengan moderator Sahabati Fita.

Materi ke-4 yakni Study Gender, kelas dibagi menjadi dua yang diisi oleh pemateri shaabatinDevi Paramitha S.Pd.I dan moderator Sahabati Yumna di kelas A. Dan pemateri Sahabati Jamilah dan moderator Sahabati Tarisha di kelas B.

Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga pukul 17.20 dan seluruh peserta pun kembali ke Ma'had untuk melanjutkan kegiatan.




Minggu, 19 Desember 2021

 HARLAH KOPRI RKCD 

"Menuju KOPRI yang Menginovasi" 

membranding grand design Rayon "Kawah"      Chondrodimuko yang Progresif.

Lentera_KOPRI, Malang - Harlah KOPRI ke-54 yang dilaksanakan oleh KOPRI RKCD membawa nyawa inovasi bagi jiwa kader-kader baru di Penghujung November tahun 2021. Harlah KOPRI yang diselenggarakan KOPRI RKCD tahun ini, memberikan kesan dan pesan mengenai inovasi-inovasi dan gencaran panas sebagai motivasi kader PMII untuk tetap menjadi surviver organizer, terutama kader-kader putri yang berada di berbagai organisasi meskipun bukan dalam kelembagaan BSO KOPRI, entah kesatuan Imawati, Kohati atau bahkan IPPNU.



Harlah KOPRI ke-54 dibuka oleh ketua Rayon RKCD Sahabat Ata Fauzi Azizi, dengan sambutan dari Ketua KOPRI Sahabat Nisvi Sabbriani, begitu sinergis dan progresif dalam memotivasi dan memberikan nafas pergerakan KOPRI ke depannya. Berbagai penampilan dari kader-kader Rayon Kawah Chondrodimuko yang di moderatori oleh 2 Sahabat Kader Putri yakni Sahabat Riza Umami dan Anindiya Ulhaq seperti Tari 3 Srikandi (Sahabat Yumna, Vivi, dan Nabila) akustik Oleh Sahabat Intan, Delvin,nayata dan Bisyrul. serta, tak luput adanya musikalisasi puisi yang menggambarkan perjuangan perempuan di masa kelam dengan pembawaan yang menyayat hati audience oleh Sahabat Udhiyata dan Nahdya.

Harlah KOPRI ke-54 terlaksana dengan lancar dan dihadiri oleh beberapa Angkatan Di Rayon, Seperti Angkatan Laskar Janissary, Ki Hajar Dewantara, Serta Angkatan Gatotkoco yang memberikan kesan lebih meriah untuk harlah Kopri ke-54. Besar harapan segenap pengurus Rayon "Kawah" Chondrodimuko, agar KOPRI bisa tetap mewadahi minat bakat kader putri maupun putra dengan sifat sinergisnya. Menuju KOPRI menginovasi, Hidup PMII💜💛

Malang, 28 November 2021

Fita Azkiyatur Rofi'ah 

 

KOPRI MASA KINI

 KOPRI Rayon "Kawah" Chondrodimuko Masa Gerak 2021/2022 mempunyai Gerakan Apa saja ya ?

KOPRI (Korp PMII Putri) di Rayon kawah Chondrodimuko pada awal kepengurusan dikabarkan telah melaksanakan Upgrading yang menghasilkan beberapa keputusan bahwa KOPRI yang sekarang ada harus benar-benar ada untuk PMII. artinya, tidak hanya dengan struktural yang tampatk, namun gerakan-gerakan serta giat KOPRI Juga harus mau tidak mau direalisasikan. seperti yang dikatakan oleh sahabati Dini Adhiyati akhir-akhir ini dalam mengisi beberapa materi, beliau menyebutkan, kalau PMII hanya ada ansos saja (Analisis Sosial)

Pengarusutamaan Isu Gender

     Isu pengarusutamaan gender (PUG) perlu digulirkan kembali di masyarakat. Walaupun isu tersebut merupakan isu yang sudah lama namun mas...

LENTERA KOPRI